Ă—
====Corporate News
Our Latest News and Blog
Home > News and Blogs > WAVES Magazine KSA > INTEGRITY dan KEJUJURAN (Bag. 2)

INTEGRITY dan KEJUJURAN (Bag. 2)

WAVES Magazine KSA

INTEGRITY dan KEJUJURAN (Bag. 2)

MENGATAKAN YANG SEBENARNYA (Bag. 2)

oleh : Irw

Baca: Bag. 1

Kredibilitas seseorang hanya dapat dibangun dengan selalu bersikap jujur. Sekali seseorang bersikap tidak jujur maka kredibilitasnya akan hancur. Seperti kata pepatah karena nila setitik rusak susu sebelanga. Oleh sebab itu, bersikap konsisten untuk selalu berkata dan bertindak yang jujur merupakan hal yang penting untuk selalu kita lakukan. Bagi seorang pemimpin, aspek kejujuran ini menjadi lebih penting lagi. Kemampuan untuk dapat mempengaruhi orang yang dipimpinnya secara persuasif merupakan hal yang harus dimiliki seseorang untuk menjadi pemimpin yang efektif. Dengan kemampuan ini, maka apa-apa yang dikatakan oleh seorang pemimpin akan mudah dan dapat langsung diikuti atau dilaksanakan oleh para pengikutnya.

Dengan kemampuan persuasif yang dimilikinya, seorang pemimpin tidak perlu menggunakan kekuasaannya untuk memaksakan 8 WAVES MAG | ISSUE 01 WAVES MAG | ISSUE 01 9 sesuatu untuk dilaksanakan oleh para pengikutnya. Hal ini tentu akan membuat roda suatu organisasi menjadi berjalan dengan lancar untuk dapat mencapai tujuan secara efektif karena para pengikutnya percaya pada para pemimpinnya. Seorang pemimpin yang jujur dan berintegritas akan mampu untuk memberikan pengaruh positif kepada lingkungannya untuk juga bersikap jujur dan berintegritas juga. Orang tidak akan percaya pada apa yang dikatakan oleh seorang pemimpin yang tidak jujur.

“Integritas adalah apa yang kita katakan, apa yang kita lakukan, dan apa yang kita katakan kita lakukan”. – Don Galer

Kredibilitas kita hanya dapat dibangun dengan berjalannya waktu, dan kredibilitas tersebut dibangun dari sejarah dari kata-kata dan tindakan kita. B e r d a s a r k a n k u t i p a n i n i kita sekali lagi diperlihatkan bagaimana pentingnya untuk selalu melakukan apa yang kita katakan secara konsisten dan terus menerus. Dengan demikian sejalan dengan perjalanan waktu kredibilitas kita akan terbangun di lingkungan kita sebagai orang yang jujur dan berintegritas.

Integritas tidak dapat dibangun dengan setengah-setengah. Harus totalitas atau sepenuhnya. Hal ini hanya dapat dicapai apabila kita selalu konsisten dan secara terus menerus untuk bersikap jujur dengan selalu melakukan apa-apa yang kita katakan. Dengan bertindak demikian maka kita akan menjadi orang yang dipercaya dan hasilnya kredibilitas kita akan terbangun di mata orang lain. Hal ini tentu saja akan mampu menjadikan kita menjadi orang yang efektif dalam menjalankan tugas seharihari. Dalam bekerja, sikap jujur dapat ditunjukkan antara lain dengan menyajikan fakta-fakta apa adanya, tidak melakukan rekayasa fakta, mau mengakui kesalahan apabila kita berbuat salah dan tidak menyalahkan orang lain atas kesalahan yang kita berbuat, serta tidak membuat laporan yang bersifat asal bapak senang (ABS).

Dalam bekerja juga kita harus melakukannya dengan tulus. Sikap tulus ini dapat dibangun apabila dalam bekerja kita juga selalu menggunakan hati. Bekerja dengan cara inside-out. Bekerja bukan sekedar aktifitas fisik namun harus juga disertai dengan keinginan dari dalam diri kita sendiri untuk bekerja. Dengan demikian dalam bekerja kita tidak akan bersikap asal selesai tanpa memperhatikan kualitas dan kesempurnaan. Kita tidak akan berhenti mengerjakan sesuatu apabila hasil yang dicapai belum sempurna. Dengan selalu bersikap jujur dan tulus secara konsisten dan terus menerus maka dengan berjalannya waktu kita akan menjadi orang dapat dipercaya oleh orang lain. Merupakan suatu pencapaian yang tinggi apabila kita mampu untuk mendapatkan pengakuan dari orang lain bahwa kita adalah orang yang dapat dipercaya.

George Eliot mengatakan bahwa kita harus selalu benar, jangan pernah malu untuk melakukan yang benar, putuskan apa yang menurut kita benar dan pegang teguh hal itu. Dengan selalu berkata benar dan melakukan yang benar maka berarti kita berada pada jalan yang benar. Kita tidak boleh malu melakukan sesuatu yang benar walaupun lingkungan kita menganggap apa yang kita lakukan sebagai sesuatu yang aneh.

Sebagai contoh, walaupun merupakan hal yang biasa apabila ada orang atau pihak yang kita bantu urusannya memberikan tanda terima kasih atas bantuan yang kita berikan namun karena bantuan tersebut kita lakukan dalam rangka pelaksanaan tugas kita maka kita menolak pemberian tersebut karena kita menganggap hal tersebut sebagai gratifikasi. Walaupun penolakan kita ini misalnya dianggap aneh maka apabila kita meyakini bahwa yang kita lakukan ini benar maka kita tidak boleh malu untuk terus melakukannya. Untuk mampu melakukan hal tersebut maka kita harus mampu untuk mengatakan tidak atas sesuatu yang kita yakini tidak benar.

Bersambung ke Bag. 3

TAG :

ptksa, kartika samudra adijaya, tug and barges, floating crane, tanker, shipping company, indonesia, tanker indonesia