├Ś
====Corporate News
Our Latest News and Blog
Home > News and Blogs > WAVES Magazine KSA > K3 DALAM LINGKUNGAN KERJA (Penyakit Berbahaya di Lingkungan Kerja)

K3 DALAM LINGKUNGAN KERJA (Penyakit Berbahaya di Lingkungan Kerja)

WAVES Magazine KSA

K3 DALAM LINGKUNGAN KERJA (Penyakit Berbahaya di Lingkungan Kerja)

Setiap jenis pekerjaan dan profesi tentu memiliki karakteristik tersendiri. Profesi sebagai pelaut menjadi kebanggaan tersendiri. Namun dibalik itu, pelaut sebenarnya memiliki risiko bahaya sangat tinggi dan rentan terkena penyakit berbahaya. Hal ini karena dipengaruhi oleh sifat pekerjaan di kapal, perubahan kondisi iklim, jenis muatan yang dibawa, jam kerja, bahanbahan chemical yang ditangani, penyakit epidemik dan endemik, kebiasaan pribadi dan masih banyak hal lainnya.

Untuk itu, pengetahuan, upaya pencegahan, dan pengelolaan risiko harus dilakukan untuk menghindari penyakit berbahaya dan serius yang umum diderita pelaut, antara lain:

1. Hand Arm Vibration Syndrom (HAVS)

Hand Arm Vibration Syndrom (HAVS) dikenal juga dengan Vibration White Finger (VWF) atau Dead Finger, merupakan penyebab sekunder dari Raynaud Syndrome , yaitu masalah kesehatan yang ditimbulkan oleh penggunaan terus-menerus hand held machine yang bergetar (vibration). HAVS akan mengenai pembuluh darah, syaraf, otot, sendi dari tangan dan pergelangan tangan.

Gejala awal yang dirasakan dapat berupa rasa kesemutan, baal pada jari tangan, indra perasa tangan berkurang, kehilangan kekuatan pada pegangan tangan, jari bisa menjadi putih / blanching, dan menjadi merah, terasa sakit dan berdenyut. Proses ini bisa terjadi dalam beberapa bulan atau tahun saja. Pada kasus yang berat, penderita HAVS bisa hingga amputasi jari. Jika kasus menjadiákronik bisa menjadi penyakit permanen.

2. Cardiovaskular (CVD)

Penyakit kardiovaskular atau cardiovascular disease (CVD) adalah penyakit yang berkaitan dengan jantung dan pembuluh darah. Hipertensi menjadi penyakit yang mempertinggi risiko kondisi CVD. Penyakit ini umum ditemukan di komunitas pelaut. Berbagai studi tentang kematian menunjukan bahwa persentase pelaut yang meninggal karena penyakit kardiovaskular adalah karena faktor umum yakni kombinasi gen, usia, merokok, dan faktor lain yang dipengaruhi oleh kondisi di atas kapal seperti stress, diet, kurang berolahraga, dll.

Misalnya saja dengan jumlah crew yang minim di atas kapal, sehingga melakukan pekerjaan multitasking, kurangnya fasilitas entertainment atau rekreasi (kecuali di kapal pesiar), tingkat stres yang tinggi sangat lazim dapat ditemukan di kalangan pelaut, yang merupakan penyebab utama dapat terkena penyakit CVD ini.

3. Musculoskeletal Disorders (MSDs)

Musculoskeletal disorders (MSDs) adalah penyakit gangguan otot rangka yaitu merupakan kerusakan pada otot, saraf, tendon, ligament, persendian, kartilago, dan discus invertebralis . Kerusakan pada otot dapat berupa ketegangan otot, inflamasi, dan degenerasi. Sedangkan kerusakan pada tulang dapat berupa memar, mikro faktur, patah, atau terpelintir. Sakit ini bisa terjadi pada umumnya di area tangan, bahu,ádan punggung.

Aktivitas penyebab MSDs yaitu penanganan barang dengan punggung yang membungkuk atau memutar, membawa ke tempat yang jauh (aktivitas mendorong dan menarik), posisi kerja yang statik dengan punggung membungkuk atau terus menerus dan duduk atau berdiri tiba-tiba, pengulangan atau gerakan tibatiba meliputi memegang dengan atau tanpa kekuatan besar.

Menurut sebuah survei yang dilakukan oleh sebuah fasilitas penelitian kesehatan yang berbasis di Eropa di kapal kapal Norwegia dan Denmark terutama untuk kapal jenis Platform Supply Vessel (PSV) dan Anchor Handling Tug Supply (AHTS), banyak pelaut ditemukan menderita gangguan serius yang berkaitan dengan struktur otot dan kerangka tubuh. Alasannya adalah karena operasi offshore dilakukan oleh armada modern yang memiliki teknologi high end dan pergantian jaga atau shift jaga yang cukup lama pada saat kondisi cuaca buruk (rata-rata di offshore waktu jaga adalah 6 jam, 12 jam dalam sehari). Waktu untuk melakukan aktivitas fisik besar.

4. Cancer Penyakit

Cancer yang berkaitan dengan pelaut adalah kanker paru-paru, kanker ginjal, leukemia dan limfoma. Hal-hal yang terkait di atas kapal yang dapat menyebabkan penyakit kanker adalah seperti asbes, benzena, benzidin. Crew kapal yang bekerja secara terusmenerus di lingkungan penyebab penyakit tersebut sangat rentan terkena penyakit kanker, apalagi pelaut yang bekerja di atas kapal tanker, chemical dan produkábahkan dapat terkena berbagai jenis kanker seperti kanker otak dan leukemia. Faktor lain yang dapat membantu memicu terkena kanker selain yang disebutkan di atas adalah kebiasaan merokok, sering terpapar radiasi UV, kurang tidur/istirahat.

5. Sexually Transmited Disease (STD) / Penyakit Menular Seksual (PMS)

Suatu penyakit yang ditularkan dari satu orang ke orang lain melalui kontak atau hubungan s e k s u a l . Seks merupakan kebutuhan dasar semua manusia. Pelaut yang berlayar ke berbagai daerah dan negara sangat rentan terhadap penyakit menular seksual seperti HIV / AIDS dan penyakit kelamin seperti Gonore serta Sifilis. AIDS adalah yang paling berbahaya. Kehidupan dan lingkungan kerja pelaut yang selalu terisolasi ditengah laut dan kurangnya hiburan di kapal terkadang membuat pelaut selaluámencari seks di pelabuhan yang disinggahinya.

Namun tidak semua pelaut dapat dikatakan sama, banyak pelaut yang dapat bertahan dari nafsu seks bebas ini. Oleh sebab itu, menciptakan kesadaran akan bahayanya seks bebas di kalangan pelaut tentang penyakit menular seksual setidaknya dapat meminimalkan dan mencegah risiko penularan di lingkungan para pelaut. Terlepas dari itu, dibutuhkan kedisiplin yang datang dari diri sendiri dan kesadaran masing-masing pribadi akan bahayanya penyakit seks menular.

TAG :

ptksa, kartika samudra adijaya, tug and barges, floating crane, tanker, shipping company, indonesia, tanker indonesia