Ă—
====Corporate News
Our Latest News and Blog
Home > News and Blogs > WAVES Magazine KSA > Tanah Air dan Pandemi

Tanah Air dan Pandemi

WAVES Magazine KSA

Tanah Air dan Pandemi

“..bahwa sehubungan dengan pandemi yang masih belum berakhir serta protokol kesehatan yang harus dijalankan, maka dengan ini saya umumkan bahwa acara tirakatan yang biasanya kita adakan setiap malam 16 Agustus akan ditiadakan tahun ini. Adapun lomba-lomba yang biasanya memeriahkan acara 17-an juga harus urung diadakan mengingat situasi yang belum kondusif dan banyak warga yang menolak keluar rumah berkumpul dengan orang banyak..” selanjutnya pengumuman dari pak ketua RT sudah tidak bisa jelas kucerna lagi, pikiranku telah berganti fokus pada kengerian pandemi yang telah berlangsung di Indonesia selama kurang-lebih 6 bulan ini.

“sayang, ya, lomba balap karung tahun lalu seru padahal” celetuk seseorang dibelakangku

“mau bagaimana lagi” imbuh seseorang yang lain

Aku menghela napas dari balik maskerku, ya memang mau bagaimana lagi? Pertemuan di balai desa kali ini pun harus berbeda dari biasanya. Dulunya kami menggelar tikar dan duduk berhimpitan sambil makan gorengan dan minum teh hangat mendengarkan pak RT atau RW menyampaikan pesan-pesan dari pemerintah daerah setempat, kini kami duduk diatas kursi plastik yang diberi jarak sekitar satu meter.

Balai ini dulunya juga tempat anakanak bermain-main, ibu-ibu arisan sebulan sekali. Biasanya selalu hangat, riuh dengan celoteh dan tawa warga. Sore ini terasa agak dingin. Mungkin karena kami terpaksa duduk berjauhan.

“ . . saya tidak bosan-bosan mengingatkan para warga untuk selalu mencuci tangan sebelum masuk ke rumah, juga langsung mengganti pakaian sehabis bepergian..” pak RT masih melanjutkan ceramahnya.

Aku tersenyum, gara-gara virus ini gaya hidup kita dipaksa berubah. Sekarang semuanya harus bersih. Aku juga ikut menyesuaikan; jadi rajin cuci tangan, jarang menyentuh mata, hidung, mulut. Membersihkan diri sehabis keluar rumah, rajin minum vitamin untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Kemana-mana membawa tissue dan hand sanitizer.

“sebenarnya aku engap kalau pakai masker terlalu lama,” sahut wanita disampingku kepada temannya.

“aku juga! Napas jadi gak bebas!” temannya itu menanggapi

TAG :

ptksa, kartika samudra adijaya, tug and barges, floating crane, tanker, shipping company, indonesia, tanker indonesia